Selasa, 22 Mei 2012

seni musik


BAB 3
Mengapresiasi Karya Seni Musik Mancanegara di Asia

A. Mengenal Musik dan Lagu Mancanegara di Asia

     Kultur musik negara-negara di Asia tercermin dari keberagaman lagu-lagu yang berbasis ratusan budaya dan etnik. Persamaan struktur unsur-unsur musik tradisional masih sama sejak zaman dahulu. Satu bukti adanya persamaan tersebut dapat dilihat dari alat-alat musik tertua yang sama-sama bersumber dari Cina, yaitu tong fu (=bronze kettledrum atau sejenis gong dari perunggu ) yang banyak di jumpai d provinsi Yunan dan juga ditemukan di gua-gua di Thailand, Burma, Indonesia, Malaysia dan Vietnam. Penyebarannya terjadi antara tahun 2.000 SM sampai dengan 200 M.

1.      Pembagian Musik dan Lagu Berdasar Masa
a.       Masa Kultur Keagamaan Animisme
         Sebelum Hindhu-Budha, agama mereka adalah sistem kepercayaan animisme. Mereka percaya akan kekuatan gaib dan spiritual. Suara gong, drum, dan alat-alat musik ritmik seperti tangunggo dari Mangindanao dipercaya menjadi jembatan antara alam nyata dan alam gaib. Gamelan munggang yang masih dipakai dalam upacara ritual formal di Indonesia sangat di yakini memiliki nilai-nilai luhur yang menghubungkan mayapada (dunia) dengan nirwana (surga).
          Di Malaysia, upacara ritual penganut animisme masih didominasi kaum tua Melayu yang tinggal di Senoi, Semang dan masyarakat Negrito di Filipina, mewakili suatu minoritas penting yang tinggal di beberapa area pegunungan sepanjang wilayah kepulauan. Ritual berkomunikasi dengan roh di E-Sarn, Thailand, juga dilakukan dengan mantra musikal oleh suatu medium (Mholum Phifa) dan disertai oleh musik dari khaen.

b.   Masa Hindu-Budha
           Simbol konkret Hindu-Budha dapat dilihat dari keberadaan Candi Prambanan serta Candi Borobudur di Indonesia, dan Sukhotai di Thailand. Pada relief Candi Prambanan, misalnya, ditemui kisah epik Ramayana yang luar biasa. Seni pertunjukan wayang kulit, wayang Melayu, dan nang taloong memiliki kesamaan sumber yakni, epik Mahabarata dan Ramayana. Salah satu versi Ramayana di Filipina adalah Radiya Margandir. Pada masa ini instrument musik dari utara, yakni gong, berbagai variasi siter, suling, dan lute mulai menyebar ke berbagai wilayah di Jawa, Bali, Thailand, Malaysia, Kalimantan, Mindano, dan Sulu dikenal berbagai macam variasi gong.

c.   Masa Islam
           Setelah Islam masuk ke Negara-negara Asia, musik dan lagu dari Arab memengaruhi perkembangan musik dan lagu di Asia. Alat-alat musik seperti gambus, rebab, dan mandolin mulai dikenal. Lafal-lafal yang menyertai ibadah agama Islam dalam bentuk azan, takbir, dan tahlil semakin dikenal. Seni baca Al-Quran menggunakan qira’ah, yaitu bacaan secara melodius.
            Di negara-negara yang sebaran agama Islamnya kuat, seperti Indonesia, Malaysia, dan Brunai Darussalam, muncul kelompok musik gambus, hadrah, zapin, dan rebana yang penuh warna Timur Tengah.

  2.  Musik dan Lagu Negara-Negara di Asia
        Berikut akan diuraikan secara singkat perkembangan musik maupun lagu negara-  negara di Asia yang menjadi tetangga kita, bahkan masyarakat negara-negara tersebut merupakan bangsa yang serumpun dengan kita, yaitu rumpun bangsa Melayu. Perhatikan ciri khas musik dan lagu di masing-masing negara supaya kita mengenal budaya mereka.

    a. Musik dan Lagu Brunei Darussalam
          Dari sumber yang tersedia, diperkirakan musik dan lagu Brunei baru eksis hidup di negara itu sejak pemerintahan Sultan Bolkiah. Menurut arsip Dinasti Sung (960-1272 M), masyarakat Brunei bermain musik dengan memukul drum, meniup seruling, dan memukul gong. Mereka juga bernyanyi dan menari.
          Perkembangan musik Brunei parallel dengan tarian, terutama dalam konteks seni tradisional.Musik Brunei mungkin pertama kali diperdengarkan di luar negeri pada tahun 1922 ketika dimainkan di Singapura oleh kelompok lawatan budaya yang menyertai Sultan Muhammad Jamalul Alam II. Mereka juga memainkan musik untuk menyambut Pangeran Wales.
           “Anding Rimba” adalah satu lagu tradisional Melayu Brunei yang sangat popular di kalangan masyarakat lokal hingga saat ini. Pencipta “Anding Rimba” tidak di kenal sebab lagu itu di wariskan melalui nyanyian lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
     
     b. Musik dan Lagu di Malaysia  
         Kedatangan pengaruh Hindhu-Budha di Malaysia menyebabkan adanya perkembangan musik untuk mengiringi pertunjukan wayang Melayu yang kisahnya bersumber dari eptik Ramayana dan Mahabrata.Instrumen musik drum dari India yang disebut mrindangan dan alat tiup nagasvaram juga masuk ke Malaysia dengan nama gendang dan serunai.
          Rebana tiga dawai juga masuk dan popular sebagai kelengkapan iringan nyanyian ghazal dan naubat.Akhirnya di era modern dan global saat ini, musik berkembang menuju seni musik seperti sekarang ini. Musik pop, rock, jazz juga digemari oleh masyarakat.Kekayaan instrument musik Malaysia merupakan hal yang menarik dari perkembangan ini.
           Salah satu bentuk opera yang popular dengan memadukan drama musik tradisional dan modern adalah bangsawan. Bangsawan menjadi tempat penyimpanan musik Melayu popular, seperti ghazal, keroncong, dan syair yang sangat langka. Bangsawan mempunyai sebuah nyanyian pengantar empat macam ukuran.

     c. Musik dan Lagu di Thailand
         Oleh karena faktor historis dan geografis, musik Thailand punya hubungan dengan Cina, Myanmar, Laos, Kamboja, India, Jawa, dan berbagai variasi bentuk seni vocal ditemukan di setiap tingkatan masyarakat Siam (Thailand), antara lain :
         1. Karn khad rong (nyanyian),
          2. Karn khab lumnun,
          3. Karn khab botklorn (seni baca puisi),
          4. Hae ,
          5. Rai ,
          6. Thes (seni bercerita)
          7. Soud,
          8. Eo,dan
          9. Kom daek (syair pendek untuk anak-anak)
       Masyarakat Thailand mengenal lagu-lagu keagamaan dan lagu-lagu untuk ritual keagamaan yang bersifat sakral, diantaranya adalah Soud, Thes, Kron, Chant, dan Karp. Sementara lagu-lagu yang bersifat hiburan profane, diantaranya adalah Karb, Khab, dan Lum-nun. Syair anak-anak termasuk jenis hiburan misalnya, Plaeng Klomdaek, Plaeng Chanong, Plaeng Rongrie, dan Eo. Lagu-lagu ini menggunakan irama rakyat yang tak beraturan.
        Seni musik modern Thailand dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu, tipe klasik dan tipe popular. Tipe klasik memiliki tiga kategori yang disajikan dalam bentuk ansambel, yaitu piphate, mahori, dan kleongsai.

      d. Musik dan Lagu di Filipina
          Sejarah budaya Filipina telah menghasilkan suatu variasi agung bentuk dan praktik musik yang dikembangkan dari sumber utama, yaitu peradaban tradisional Asia Tenggara dan peradaban Euro-Amerika. Seni musik Filipina dapat dirinci berdasarkan jenisnya, yaitu sni musik instrumental dan seni musik vocal. Contoh jenis musik di Filipina sbb :
    1) Seni Musik Instrumental
       a) Ansambel tiruray agung
       b) Ansambel basal
    2) Seni Musik dengan Alat Musik Non Logam
       a) Bangibang
       b) Avakkao
       c) Patanggo
     3) Seni Musik Bergaya Barat
       a) Grup musik tiup (sejenis marching band)
       b) Musikong bumbong (grup musik tiup dari bambu)
       c) Orkes simfoni
     4) Seni Musik Lokal
       a) Seni musikalisasi puisi
       b) Lagu ritual, contohnya sanghiyang
       c) Lagu-lagu islami, seperti dzikir

B. Mengapresiasi Keunikan Lagu Mancanegara di Asia
   
       Kamu juga dapat menikmati lagu dari negara lain. Tentunya, apresiasi akan muncul setelah kamu mendengarkan dan menikmati lagu-lagu tersebut secara langsung. Apresiasi merupakan respon atau tanggapan terhadap sebuah karya seni. Tanggapan tersebut dapat berupa penilaian ataupun analisis terhadap karya tersebut. Sikap apresiasi terhadap sebuah karya seni sangat penting untuk pengembangan dan kemajuan karya seni tersebut. Selain itu, apresiasi terhadap sebuah karya seni dapat memunculkan ide atau gagasan  untuk berkreasi lebih baik lagi. Jadi, selain memberikan penilaian yang berguna bagi karya seni dan senimannya, sebuah apresiasi juga mendorong kreatifitas seniman.      

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar